oleh

Budiman Sudjatmiko Resmikan TelkoDesa+ Sukamanah

H. Budiman Sudjatmiko., MSc.,MPhil Ketua Dewan Pengawas Satelit Desa Indonesia meresmian TelkoDesa+. Senin (05/09/2022). Desa Sukamanah Pelopor Desa Digital di Wilayah Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang, Banten.

 

Pantauan awak media di Aula Kantor Desa Sukamanah nampak hadir dalam acara peresmian Telkodesa+ yaitu H. Budiman Sudjatmiko., MSc., MPhil Ketua Dewan Pengawas Satelit Desa Indonesia, Camat Rajeg Ahmad Fatoni S.Ip.MM,, Kepala Desa Sukamanah Rohadi Kamaludin, Kepala Desa Daun Johani AMTG, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, Para Ketua RT, RW, Binamas, Babinsa, Kader PKK Desa Sukamanah, serta Humas Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat Wisnu Utomo dan Edy Riyadi, serta para pengurus Koperasi Satelit Desa Indonesia.

 

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Doa, sambutan-sambutan dan ditutup dengan penandatanganan Prasasti Media Center Koperasi Satelit Desa Indonesia di Desa Sukamanah.

 

H. Budiman Sudjatmiko., MSc.,MPhil Ketua Dewan Pengawas Satelit Desa Indonesia mengatakan, ia berharap Kepala Desa dapat memanfaatkan anggaran dana Desa dengan baik dan masyarakat langsung bisa merasakan.

Baca Juga  Peringatan Milad Ke-4 Tahun PUB, Meneguhkan Kembali Tekad Membangun Kejayaan Banten

 

“Saya berharap di Kecamatan Rajeg bisa membuat BUMDES bersama agar bisa bersatu dan punya koperasi demi kemajuan bersama,” ujarnya.

 

Budiman menambahkan, dirinya yakin kalau Telkodesa+ ini dikelola secara profesional bisa bermanfaat buat masyarakat desa Sukamanah dan semua desa yang ada di Kecamatan Rajeg bisa bergabung.

 

“Saya sangat bangga jika kita bisa menjadi tuan rumah di negaranya sendiri, termasuk tuan rumah di desanya sendiri dan berharap disetiap usaha koperasi ini ada rezeki 20 persen untuk beasiswa untuk anak-anak yang berprestasi,” pungkasnya.

 

“Semoga seluruh masyarakat yang ada di Desa Sukamanah Kecamatan Rajeg bisa menikmati adanya TelkoDesa+ ini karena sekarang jamannya sudah digital dan semakin cepat kemajuan teknologi,” imbuh Budiman Sudjatmiko.

 

Camat Rajeg H. Ahmad Fatoni mengungkapkan ia mengucapkan banyak terima kasih kepada Ketua Pengawas Koperasi Desa Indonesia yang sudah hadir di wilayahnya. Tak hanya itu dirinya juga merasa bangga ada salah satu desanya yang ditunjuk sebagai desa percontohan dari Koperasi Satelit Desa Indonesia terkait TelkoDesa+.

Baca Juga  Pengamat Politik President University, Muhammad A.S. Hikam, meminta Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa lebih fokus memperhatikan tentang kesejahteraan prajurit ketimbang pencitraan. Sebab, TNI merupakan garda terdepan dalam menjaga keamanan dan pertahanan Indonesia. "Kita berpikir logis besarnya Indonesia, pentingnya pertahanan Indonesia, ya kembali pada jati diri TNI, yang menjadi bagian pertahanan, pembela negara yang menyatu dengan rakyat. Satu dengan rakyat itu artinya mereka care dengan apa yang terjadi di tempat prajutit di bawah-bawah, bukan sibuk pencitraan," ujar Hikam saat dihubungi, Selasa (4/10/2022). Menurutnya, adalah tidak baik jika pimpinan TNI terjebak pada godan viralisme, meskipun perkembangan teknologi super canggih. Memperjuangkan kesejahteraan prajurit lebih utama ketimbang membangun pencitraan. "Kalau kita lihat kondisi dunia sekarang ini sangat dipengaruhi apa yang disebut digital media, sosial media, medsos sehingga seseorang itu, terutama yang berada di puncak pimpinan mereka tidak lagi menyukai atau tertarik dengan subtansi. Tapi, mereka lebih tertarik kepada viralitas, mereka menjadi viral. Itu artinya mereka ini terjebak pada godaan viralisme, sehingga mereka lupa kepada rakyat itu. Apakah mereka mempunyai perilaku yang mengena di hati prajurit," tandasnya. Hikam kemudian meminta Jenderal Andika meneladani dan menjadikan mantan Panglima TNI Muhammad Jusuf Amir sebagai inspirasi. Sebab, lanjut Hikam, selama menjadi orang nomor satu di lingkungan TNI, M Jusuf terus mempedulikan nasib kesejahteraan TNI. Bahkan hal remeh-temeh pun, M Jusuf tanyakan kepada prajurit. "Contohnya almarhum M Jusuf. M Jusuf kalau ke daerah, yang ditanyakan 'kamu sudah punya pacar belum, kamu sudah beristri belum, keluargamu (sejahtera) belum'. Sampai segitunya," tambah Mantan Menteri Negara Riset dan Teknologi era Presiden Gus Dur ini. M Jusuf, disampaikan Hikam, tidak akan tertarik pada pencitraan meskipun pada saat itu teknologi super canggih seperti saat ini. "Beliau tidak tertarik viralisme. Waktu itu memang belum ada viralisme seperti sekarang. Tapi, kalaupun ada begitu, pak Jusuf tidak akan tertarik (pencitraan). Beliau lebih mempedulikan bagaimana prajurit-prajurit kesejahteraannya," tegasnya. Hikam berharap Jenderal Andika memprioritaskan kesejahteraan prajurit. Jangan sampai ada prajurit yang kelaparan dan kekurangan gizi karena mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan Indonesia. "Jangan hanya insidentil, hanya ketahuan media baru mereka bergerak. Sebab, menjaga keamanan dan pertahanan itu 24 jam dalam sehari," harap tokoh politik Nahdlatul Ulama (NU) itu.

 

“Semoga dengan adanya Telkodesa+ di Desa Sukamanah bisa memajukan perekonomian di wilayah,” tuturnya.

 

Kepala Desa Sukamanah Rohadi Kamaludin mengatakan ia merasa bangga wilayahnya dijadikan tempat percontohan TelkoDesa+ dari Koperasi Satelit Desa Indonesia.

 

“Saya berharap masyarakat bisa bergabung memasang TelkoDesa+ agar memudahkan komunikasi, karena saat ini sudah jamannya digital,” tandasnya.

 

Ketua Panitia Peresmian TelkoDesa+ Saniman pada kesempatan tersebut mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh panitia dan tamu undangan yang sudah menghadiri acara peresmian Telkodesa+.

 

“Sebenarnya acara ini panitia sudah mengundang Wakil Bupati Tangerang dan Kepala Dinas DPMPD Kabupaten Tangerang namun tidak ada yang hadir,” katanya.

Baca Juga  Muzani: Tidak Ada yang Instan dari Sosok Prabowo

 

“Saya sangat menyayangkan kepada Wakil Bupati dan Kadis DPMPD Kabupaten Tangerang tidak hadir diacara Peresmian TelkoDesa+. Padahal acara ini sangat penting dan sangat membantu masyarakat,” tegasnya menambahkan.

 

Suntoro Ketua Umum Koperasi Satelit Desa Indonesia menjelaskan Koperasi Satelit Desa Indonesia (KSDI) berdiri pada saat awal pandemi tepatnya 15 Juli 2020. KSDI adalah koperasi modern pertama yang pendiriannya dilakukan melalui media daring.

 

“Adapun produk digital KSDI adalah Device / Perangkat, berupa Smartphone Desanova, Network / Jaringan, berupa produk layanan internet dengan merk usaha Telkodesa, aplikasi dan sekolah IT desa,” jelasnya.

 

Lanjut pria berkacamata, produk unggulan KSDI adalah Telkodesa+, product layanan Internet yg bekerja sama dengan Icon+.

 

“Produk ini menjadi primadona di sektor bisnisnya KSDI. Dengan konsep KSDI mengajak Mitra Desa dan Kelurahan untuk memiliki perusahaan internet di lokasi Desa/Kelurahan secara legal dan menguntungkan,” tutupnya.

News Feed