oleh

Majelis Dzikir Nurul Wathon Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani hadir dalam acara deklarasi Majelis Dzikir Nurul Wathon kepada pasangan nomor urut 2, Prabowo-Gibran di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/12). Dalam sambutannya, Muzani menyampaikan terimakasih atas dukungan para ulama kepada pasangan Prabowo-Gibran.

Menurut Muzani, dukungan dari para ulama menjadi semangat tersendiri dan akan memperingan langkah Prabowo pada Pilpres 2024.

“Pak Prabowo merasa perjuangannya tidak sendirian, Pak Prabowo merasa bahwa doa dan dukungan yang diberikan oleh para ulama menjadi peringan bagi perjuangan beliau dalam mencapai tujuan yakni mensejahterakan rakyat, menghilangkan kemiskinan, dan membela kaum petani. Dengan begitu, cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 bisa terwujud,” kata Muzani.

Baca Juga  200 Lapak Dibangun di Jalan Slamet Riyadi Ambon

“Pak Prabowo akan menggunakan jabatan ini sebagai presiden RI, beliau bertekat untuk membela orang miskin. Untuk membela orang yang terpinggirkan, untuk membela petani, untuk membela pedagang, untuk membela orang-orang yang selama ini tidak menikmati pembangunan,” imbuhnya.

Itu sebabnya, salah satu program prioritas Prabowo-Gibran adalah pemberian makan siang dan susu grartis serta mengatasi kelangkaan pupuk subsidi. Karena program itu merupakan upaya dasar untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Memberikan makan siang gratis kepada semua pelajar dan siswa siswi dan ibu-ibu hamil adalah cara untuk meningkatkan gizi anak-anak kita, sehingga anak-anak kita bisa menjadi sehat, ibu yang hamil bisa melahirkan anak yang sehat dan ibunya sehat,” jelas Wakil Ketua TKN itu.

Baca Juga  Wagub Sumut Musa Rajekshah Dukung Ekspedisi Geopark Kaldera Toba HPN 2023

“Dengan begitu maka, 5,10, bahkan 15 dan 20 tahun yang akan datang, Indonesia akan dipenuhi oleh generasi yang sehat, generasi yang IQ nya tinggi, generasi yang otaknya cerdas dan generasi yang fisiknya bagus, dengan begitu prestasi orang-orang akan meningkat, prestasi disekolahnya pun akan pinter2, itulah harapan beliau (prabowo),” tutup Muzani.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Majelis Dzikir Nurul Wathon, Deden Hidayaturochman menyebut dukungan terhadap pasangan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 atas dasar delapan hal.

Baca Juga  Pengamat Politik President University, Muhammad A.S. Hikam, meminta Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa lebih fokus memperhatikan tentang kesejahteraan prajurit ketimbang pencitraan. Sebab, TNI merupakan garda terdepan dalam menjaga keamanan dan pertahanan Indonesia. "Kita berpikir logis besarnya Indonesia, pentingnya pertahanan Indonesia, ya kembali pada jati diri TNI, yang menjadi bagian pertahanan, pembela negara yang menyatu dengan rakyat. Satu dengan rakyat itu artinya mereka care dengan apa yang terjadi di tempat prajutit di bawah-bawah, bukan sibuk pencitraan," ujar Hikam saat dihubungi, Selasa (4/10/2022). Menurutnya, adalah tidak baik jika pimpinan TNI terjebak pada godan viralisme, meskipun perkembangan teknologi super canggih. Memperjuangkan kesejahteraan prajurit lebih utama ketimbang membangun pencitraan. "Kalau kita lihat kondisi dunia sekarang ini sangat dipengaruhi apa yang disebut digital media, sosial media, medsos sehingga seseorang itu, terutama yang berada di puncak pimpinan mereka tidak lagi menyukai atau tertarik dengan subtansi. Tapi, mereka lebih tertarik kepada viralitas, mereka menjadi viral. Itu artinya mereka ini terjebak pada godaan viralisme, sehingga mereka lupa kepada rakyat itu. Apakah mereka mempunyai perilaku yang mengena di hati prajurit," tandasnya. Hikam kemudian meminta Jenderal Andika meneladani dan menjadikan mantan Panglima TNI Muhammad Jusuf Amir sebagai inspirasi. Sebab, lanjut Hikam, selama menjadi orang nomor satu di lingkungan TNI, M Jusuf terus mempedulikan nasib kesejahteraan TNI. Bahkan hal remeh-temeh pun, M Jusuf tanyakan kepada prajurit. "Contohnya almarhum M Jusuf. M Jusuf kalau ke daerah, yang ditanyakan 'kamu sudah punya pacar belum, kamu sudah beristri belum, keluargamu (sejahtera) belum'. Sampai segitunya," tambah Mantan Menteri Negara Riset dan Teknologi era Presiden Gus Dur ini. M Jusuf, disampaikan Hikam, tidak akan tertarik pada pencitraan meskipun pada saat itu teknologi super canggih seperti saat ini. "Beliau tidak tertarik viralisme. Waktu itu memang belum ada viralisme seperti sekarang. Tapi, kalaupun ada begitu, pak Jusuf tidak akan tertarik (pencitraan). Beliau lebih mempedulikan bagaimana prajurit-prajurit kesejahteraannya," tegasnya. Hikam berharap Jenderal Andika memprioritaskan kesejahteraan prajurit. Jangan sampai ada prajurit yang kelaparan dan kekurangan gizi karena mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan Indonesia. "Jangan hanya insidentil, hanya ketahuan media baru mereka bergerak. Sebab, menjaga keamanan dan pertahanan itu 24 jam dalam sehari," harap tokoh politik Nahdlatul Ulama (NU) itu.

Pertama Prabowo adalah pemimpin paling ikhlas, kedua berpengalaman dalam kepemimpinan, ketiga paling dekat dengan ulama dan pesantren yang mempunyai program dana abadi pesantren.

Kemudian, keempat memberikan nutrisi dan gizi melalui program makan siang gratis bagi anak sekolah, bayi, dan ibu hamil sebagai bentuk kepedulian, kelima Prabowo akan melanjutkan program Presiden Joko Widodo.

“Keenam Prabowo adalah bapak pemersatu bangsa, ketujuh Prabowo bersikap berani, tegas, berbesar hati, serta memiliki jiwa ksatria, dan terakhir beliau pemimpin yang dapat memotivasi generasi muda untuk maju dan mengambil tanggung jawab mengabdi untuk bangsa dan negara,” kata Deden.

News Feed