oleh

Lari Kuda Bini dan Terbang Tinggi

Lomba Lari Kuda Bini

Riuh rendah tawa ratusan pengunjung membahana menyaksikan lomba lari kuda bini (gendong isteri) yang digelar serombongan pengunjung di pantai Supapei, Pulau Ambon, Maluku. Ini sebagian pemandangan dan suasana di objek wisata tersebut pada Minggu, 23 Januari 2022, sekira pukul 14.45 WIT.

Wisatawan lokal dari Kota Ambon dan Maluku Tengah yang berada dekat lokasi lomba ikut menikmati giat rekreasi itu.

Pantauan Beranda Maluku (www.berandamaluku
com), group Siberindo.co., lomba itu digelar tiga babak, penyisihan, semi final, dan final. Pasangan peserta berusaha mencapai garis finish dengan berlari sambil menggendong isteri masing-masing di punggung.

Baca Juga  Negeri Hukurila Akan Gelar Festival Sontong

Aturan lomba mengharuskan para suami berlari dari belakang garis finis untuk menjemput isteri yang berdiri di belakang garis start, lalu menggendongnya dan berlari ke garis finish dan kembali ke garis start. Pasangan peserta yang terdahulu menjadi pemenang.

Tercatat dua pasangan peserta terjatuh di babak penyisihan, lantaran beban isteri terlalu berat. Peristiwa itu tak pelak membuat para penonton/pengunjung yang menyaksikan tertawa lebar.

Sejumlah pengunjung mengaku lomba seperti itu sangat menarik.

Baca Juga  Yanni Krishnayanni Ingin Tepati Janji Kunjungi Binaiya

“Tapi harus datang dengan rombongan besar,” kata seorang ibu muda yang tidak bersedia namanya disebutkan.

Terbang tinggi

Bertetangga dengan Natsepa, pantai Supapei berjarak sekira 30-45 menit berkendara mobil dengan kecepatan normal dari Pusat Kota Ambon. Harga tiket per orang Rp5.000. Sepeda motor Rp4.000, Mobil Rp10.000.

Di pantai itu, selain lomba-lomba rekreatif, pengunjung juga bisa berenang dan menumpang banana boat dengan keseruannya, terbalik dan jatuh ke air.

Sejumlah anak-anak, lelaki dan perempuan, ada yang asik membuat goa pasir, sementara beberapa yang punya nyali menikmati permainan terbang tinggi, melompat dari ujung cabang pohon ketapang yang menjorok ke laut.

Baca Juga  Membuka Kembali Pendakian Binaiya

“Asyik om, macam tarbang (terbang – red),” kata seorang anak sambil tertawa ketika tahu akan difoto sebelum terjun bebas.

Suasana lain yang terlihat, banyak pengunjung yang tidak berenang menikmati sejuknya angin pantai di tempat tidur gaba-gaba dan gasebo, sambil menikmati kuliner rujak bumbu kacang dan pisang goreng. Ada juga yang mencoba naik perahu semang didayung tukang.

News Feed