oleh

Desa Bomaki Disiapkan untuk Usaha Ekowisata

SKK Migas–KKKS Pamalu melakukan penanaman 1.800 pohon agroforestri di Desa Bomaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, sebagai bagian dari rencana mendorong hadirnya unit unit usaha kreatif ekowisata di desa tersebut.

“Usaha-usaha itu nantinya dapat menuju sasaran keberlanjutan SDG’s terutama No. 13 yakni Penanganan Perubahan Iklim, No. 15 (keberlanjutan ekosistem darat), dan diharapkan turut membantu mewujudkan tujuan No. 11 (kota dan pemukiman berkelanjutan), serta nantinya turut menyasar tujuan No 1 (tanpa kemiskinan),” kata Kepala Departemen Humas SKK Migas Pamalu, Galih W. Agusetiawan, saat dihubungi Beranda Maluku, grup Siberindo.co dari Ambon, Kamis (2/12/2021).

Ia mengungkapkan, sehubungan dengan hari menanam pohon Indonesia yang dirayakan pada setiap tanggal 28 November, SKK Migas-KKKS Pamalu didukung oleh Yayasan Sor Silai, mitra kerja lingkungan yang berada di Saumlaki, menginisiasi pembersihan lahan seluas 2 hektar yang akan dipersiapkan sebagai rencana lokasi ekowisata hasil tanaman perkebunan buah buahan.

“Kegiatan ini juga bekerja sama dengan pemilik lahan Felisianus Mitakda yang juga merupakan pendiri dan ketua pertama Yayasan Sor Silai,” katanya.

Menurut Galih, lokasi penanaman 1.800 pohon tanaman agroforestri terletak di atas bukit yang berdekatan dengan pemukiman penduduk. Di daerah itu juga ada jaringan air PDAM Kapubaten Kepulauan Tanimbar, sehingga dapat mempermudah proses perawatan tanaman perkebunan tersebut oleh Masyarakat Pengerak Usaha (MPU) yang telah diberikan pembinaan dan pendampingan secara berkala.

Baca Juga  Desa di Kota Ambon Diharapkan Bentuk Bumdes

MPU, yang merupakan masyarakat di sekitar lokasi turut diberdayakan untuk mewujudkan hadirnya lokasi lokasi ekowisata, karena bibit bibit tanaman yang telah ditanam merupakan bagian dari telah hadirnya Bank Bibit SKK Migas – KKKS yang dikelola oleh Yayasan Sor Silai, untuk dipinjamkan kepada unit unit usaha perkebunan.

“Selain nantinya juga bisa dimanfaatkan oleh MPU sebagai bagian dari program adopsi tanaman, yang adopsinya bisa ditawarkan kepada para tamu wisatawan. Tanaman yang dipinjamkan tersebut diharapkan dapat dikembalikan MPU dalam bentuk cangkokan/penyemaian lainnya, setelah MPU memperoleh manfaatnya, untuk menjaga tetap tersedianya bibit bibit tanaman produktif di Bank bibit,” katanya.

Dukungan banyak pihak

Bertempat di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 25 September 2015, para pemimpin dunia yang berkumpul telah menyepakati agenda bersama untuk mengupayakan pencapaian Tujuan Pengembangan Berkelanjutan (Suistainable Development Goal’s – SDG’s) sebagai kesepakatan gerakan bersama untuk pembangunan global yang berkelanjutan.

Sejalan dengan gerakan tersebut, sebagai bagian dari Program Pengembangan Masyarakat (PPM), bersama seluruh KKKS wilayah Papua dan Maluku (Pamalu), SKK Migas ingin terus mengupayakan pencapaian Tujuan Pengembangan Berkelanjutan (SDG’s) melalui PPM bidang Lingkungan khususnya pada Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Di Desa Bomaki, proses persiapan lahan hingga tertanamnya sebanyak 200 pohon Alpukat, 200 pohon Nangka, 100 pohon Cacao, dan akan secara bertahap akan dilanjutkan dengan 500 pohon Cacao, 150 pohon Jeruk Selwasa, 100 pohon Alpukat, 250 pohon Nangka, 100 pohon Pepaya California, 100 pohon Mangga, dan 100 pohon Lemon Cina, didukung oleh aparatur pemerintahan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kodim 1507, tokoh masyarakat, tokoh agama dan civitas akademika yang ada di Saumlaki.

Baca Juga  TP2DD Bursel-Maluku Terbentuk

Bentuk dukungan itu terlihat pada kegiatan penanaman pada Selasa (30/112021) lalu, yang dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tanmbar, Cristianus Fatlolon (mewakili Bupati Petrus Fatlolon), Direktur Utama PDAM, Ronny The, Kepala Staf Kodim 1507 Saumlaki, Mayor Infantri Muhamad Bahri, Wakil Danyon 734 Satria Nusa Samudra, Mayor Endra Nasution.

Selain itu, Kepala Dinas Pertanian Jimmy Watumlawar, Kepala Bidang Ketahanan Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan, Didimus Ranolat, Kepala Desa Bomaki diwakili Sekretaris Desa Bomaki Frederikus Kundre, Pembina Yayasan SorSilai Felisianus Mitakda, Ketua LSM Pita, Jeklin Sileti.

Ketua Yayasan Sor Silai, Simon Lolonlun dalam laporannya mengatakan pohon mempunyai peranan penting dalam menjaga kestabilan air bawah tanah, juga mencegah polusi, Banjir dan pemanasan global. Selain itu manfaat penanaman pohon ini adalah untuk pemerataan distribusi bahan pangan dan meningkatkan perekonomian masyarakat melalui taman ekowisata desa.

Menurut dia, Yayasan Sor Silai telah mendapat kepercayaan dari SKK Migas KKKS untuk melakukan pembibitan 5.000 pohon, dan 3.000 anakan pohon yang telah siap akan ditanam.

Untuk tahap kedua, akan dilakukan penanaman di wilayah sumber air desa Bomaki. Kami telah bekerja sama dengan PDAM, didukung oleh TNI AD, Kodim dan Bataliyon untuk melakukan penghijauan pada pekan pertama Desember 2021. Rencana penanaman tanaman penghijauan di lokasi sumber air Bomaki adalah sebanyak 1.300 anakan tanaman, antara lain 400 pohon Mahoni, 700 pohon Trambesi, dan 100 pohon Glodokan Tiang.

Baca Juga  RS Siloam Ambon Tidak Layani Antigen dan Swab PCR

Sementara itu Staf Senior Perwakilan SKK Migas Pamalu, Dolmince Karsau, yang terbang dari Sorong setelah melakukan kegiatan penamanan pohon agroforestry di empat daerah operasional migas di Propinsi Papua Barat pada hari sebelumnya, menyampaikan harapan agar pelaksanaan kegiatan PPM ini tidak berhenti hari ini saja.

“Harus secara berkelanjutan diteruskan perawatannya hingga tercapai cita cita masyarakat yang dapat berkebun secara mandiri, sehingga dapat membagikan manfaat berkelanjutan bagi generasi masa depan, anak dan cucu,” katanya.

Program Pengembangan Masyarakat yang dilakukan oleh SKK Migas bersama para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) adalah program yang secara rutin dilakukan setiap tahun dan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial kehadiran industri hulu migas untuk tetap menjaga kelestarian alam.

Kegiatan itu diharapkan dapat memberi dampak positif yang berkelanjutan atau memiliki multiplier effect antara lain memunculkan potensi desa wisata dari taman ekowisata, peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat melalui penjualan tanaman buah produktif, dan kelestarian lingkungan hidup.

Komentar

News Feed