oleh

Muzani: Tidak Ada yang Instan dari Sosok Prabowo

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menghadiri rapat konsolidasi bersama kader Gerindra dapil Jawa Barat I (Kota Bandung, Kota Cimahi) dan II (Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat), Rabu (29/11).

Muzani dalam sambutannya menyampaikan tentang dedikasi Ketua Umum Prabowo Subianto dalam membesarkan Partai Gerindra . Itu sebabnya, setiap kader harus siap sedia mewujudkan cita-cita Partai Gerindra yakni Prabowo Presiden 2024.

“Cita-cita kita dalam berpolitik adalah menjadikan Pak Prabowo presiden. Kita adalah alat politik untuk mewujudkan Pak Prabowo memimpin eksekutif. Itu sebabnya wajib bagi calon legislatif dan pengurus Gerindra dalam setiap kampanyenya, atributnya, alat peraga kampanyenya mencantumkan Prabowo-Gibran,” kata Muzani.

“Jadi, mengkampanyekan Pak Prabowo di dapil-dapil itu berartikan mengkampanyekan Gerindra dan kita semua. Prabowo lah yang harus disosialisasikan yang paling utama. Itu yang mendasari kita yakin bisa menang satu putaran,” imbuhnya.

Muzani mengatakan, setiap orang yang terpilih menjadi anggota legislatif baik di tingkat I-II, dan DPR RI itu berkat kebesaran nama Prabowo. Sejak partai Gerindra berdiri tahun 2008, Prabowo secara langsung melakukan kaderisasi. Berkat Prabowo, Gerindra pada Pemilu 2014 suaranya berhasil meningkat dari 26 kursi menjadi 73 kursi di DPR RI.

Baca Juga  Pengamat Politik President University, Muhammad A.S. Hikam, meminta Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa lebih fokus memperhatikan tentang kesejahteraan prajurit ketimbang pencitraan. Sebab, TNI merupakan garda terdepan dalam menjaga keamanan dan pertahanan Indonesia. "Kita berpikir logis besarnya Indonesia, pentingnya pertahanan Indonesia, ya kembali pada jati diri TNI, yang menjadi bagian pertahanan, pembela negara yang menyatu dengan rakyat. Satu dengan rakyat itu artinya mereka care dengan apa yang terjadi di tempat prajutit di bawah-bawah, bukan sibuk pencitraan," ujar Hikam saat dihubungi, Selasa (4/10/2022). Menurutnya, adalah tidak baik jika pimpinan TNI terjebak pada godan viralisme, meskipun perkembangan teknologi super canggih. Memperjuangkan kesejahteraan prajurit lebih utama ketimbang membangun pencitraan. "Kalau kita lihat kondisi dunia sekarang ini sangat dipengaruhi apa yang disebut digital media, sosial media, medsos sehingga seseorang itu, terutama yang berada di puncak pimpinan mereka tidak lagi menyukai atau tertarik dengan subtansi. Tapi, mereka lebih tertarik kepada viralitas, mereka menjadi viral. Itu artinya mereka ini terjebak pada godaan viralisme, sehingga mereka lupa kepada rakyat itu. Apakah mereka mempunyai perilaku yang mengena di hati prajurit," tandasnya. Hikam kemudian meminta Jenderal Andika meneladani dan menjadikan mantan Panglima TNI Muhammad Jusuf Amir sebagai inspirasi. Sebab, lanjut Hikam, selama menjadi orang nomor satu di lingkungan TNI, M Jusuf terus mempedulikan nasib kesejahteraan TNI. Bahkan hal remeh-temeh pun, M Jusuf tanyakan kepada prajurit. "Contohnya almarhum M Jusuf. M Jusuf kalau ke daerah, yang ditanyakan 'kamu sudah punya pacar belum, kamu sudah beristri belum, keluargamu (sejahtera) belum'. Sampai segitunya," tambah Mantan Menteri Negara Riset dan Teknologi era Presiden Gus Dur ini. M Jusuf, disampaikan Hikam, tidak akan tertarik pada pencitraan meskipun pada saat itu teknologi super canggih seperti saat ini. "Beliau tidak tertarik viralisme. Waktu itu memang belum ada viralisme seperti sekarang. Tapi, kalaupun ada begitu, pak Jusuf tidak akan tertarik (pencitraan). Beliau lebih mempedulikan bagaimana prajurit-prajurit kesejahteraannya," tegasnya. Hikam berharap Jenderal Andika memprioritaskan kesejahteraan prajurit. Jangan sampai ada prajurit yang kelaparan dan kekurangan gizi karena mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan Indonesia. "Jangan hanya insidentil, hanya ketahuan media baru mereka bergerak. Sebab, menjaga keamanan dan pertahanan itu 24 jam dalam sehari," harap tokoh politik Nahdlatul Ulama (NU) itu.

“Jadi kesungguhan beliau untuk mengabdi kepada bangsa dan negara itu sungguh luar biasa. Dengan tenaga, pikiran, dan uang, partai Gerindra dikelola dengan sungguh-sungguh. Pak Prabowo memahami bahwa kendaraan beliau satu-satunya untuk bisa mewujudkan mimpi kita semua yakni menjadi presiden hanya melalui Partai Gerindra . Dan saat ini Partai Gerindra menjadi partai terbesar kedua di Indonesia dan Insya Allah 2024 kita bisa jadi pemenang,” ujar Muzani disambut tepuk tangan kader.

Menurut Muzani, Prabowo menyadari bahwa berdemokrasi itu harus melalui proses. Sejak aktif di TNI hingga mendirikan Partai Gerindra , Prabowo selalu memberikan yang terbaik untuk bangsanya. Proses yang didapat oleh Prabowo sejak mendirikan partai, mengikuti pemilu 2009, 2014, 2019 hingga hari ini menjadi Menteri Pertahanan bukanlah sesuatu yang instan.

Baca Juga  Muzani soal Debat: Meski Diserang Personal, Prabowo Tunjukkan Sikap Negarawan

“Pak Prabowo adalah sosok yang matang dalam kepemimpinan. Beliau telah melewati masa-masa yang belum tentu dihadapi kita semua. Sejak dia di TNI, lalu mendirikan partai, mengikuti pemilu ke pemilu hingga hari ini Pak Prabowo jadi Menhan itu bukan sesuatu hal yang instan. Pak Prabowo sejatinya adalah pemimpin yang betul-betul kekuatannya, tenaganya, pikirannya dia sumbangkan untuk bangsa dan rakyat Indonesia. Jadi tidak ada yang instan dari sosok Pak Prabowo,”, jelas Muzani.

Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran ini menargetkan Prabowo harus menang 60 persen di Jawa Barat. Karena proses kaderisasi di Jawa Barat oleh Partai Gerindra begitu masif dilakukan. Sehingga alasan untuk Prabowo dan Partai Gerindra menang di Jawa Barat adalah harga mati.

“Di Jawa Barat, kita harus menang 60 persen lebih. Jadi tidak ada partai lain yang rajin melakukan kaderirasi selain Partai Gerindra . Di Jabar sudah berapa puluh ribu anak-anak muda yang didik langsung oleh Pak Prabowo. Kalau Gerindra kuat di kampung-kampung, di daerah-daerah di Jawa Barat, itu suatu hal yang wajar dan harus kita perkuat,” ujar Muzani.

Baca Juga  LIN dan New Port Ambon Direalisasi Pempus Akhir Tahun Ini

Oleh karena itu Muzani meminta agar setiap kader Gerindra untuk menjaga situasi yang saat ini sudah baik. Survei-survei yang saat ini menunjukkan keunggulan Prabowo-Gibran di atas 40 persen harus ditinggkatkan agar bisa mencapai kemenangan satu putaran.

Muzani tak lupa meminta kader untuk selalu menyampaikan pesan dan salam dari Prabowo. Pesan-pesan yang paling utama adalah pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa selama proses kontestasi Pemilu 2024 berlangsung.

“Saya minta semua kader dan timses Prabowo jangan berbuat aneh-aneh, jangan mengeluarkan kalimat aneh-aneh, jangan mengomentari hal yang aneh-aneh. Yang kita lakukan di dapil adalah mengajak persatuan, kebersamaan, kegotongyongan. Pak Prabowo akan menggunakan kekuasaannya untuk menjaga itu semua. Termasuk Pak Prabowo akan mengajak semua kekuatan politik bersama-sama membangun bangsa dan negara kita yang sangat besar ini,” tutup Muzani.

News Feed