Pemuda Indonesia harus memiliki semangat untuk terus membangun kapasitas, inovasi dan kreativitas untuk menghadapi kemajuan zaman yang penuh tantangan dan cepat berubah.
Pemuda juga harus meruntuhkan batasan-batasan primordialisme kelompok, suku dan agama untuk tumbuh dan maju bersama.
Dua pesan itu bagian dari amanat tertulis Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, yang dibacakan oleh Sekretaris Kota Ambon, Anthony G. Latuheru, saat memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-93 di halaman belakang Kantor Pemerintah Kota Ambon, Kamis (28/10/2021).
Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini mengangkat tema Bersatu, Bangkit dan Tumbuh.
Menurut Menpora, semangat itu harus ditunjukkan dan terus ditumbuhkan oleh para pemuda bangsa dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas hingga Pulau Rote, yang berbeda-beda tetapi satu adanya sebagaimana diikrarkan oleh para pemuda Indonesia pada tahun 1928.
Pantauan www.berandamaluku.com, grup Siberindo.co, Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-93 di lingkungan Pemerintah Kota Ambon dihadiri oleh seluruh ASN, Satpol PP, dan Pramuka.
Setelah pengibaran bendara merah putih, acara diisi dengan pembacaan teks Pancasila, UUD 1945, dan Keputusan Kongres Pemuda Tahun 1928.
Seluruh peserta secara bersama juga menyanyikan lagu Satu Nusa Satu Bangsa.
Lagu kebangsaan itu diciptakan oleh Liberty Manik (penyiar radio RRI Yogyakarta), diperdengarkan pertama kali pada tahun 1947 dan selalu diperdengarkan saat mengenang peristiwa Sumpah Pemuda. (JNS)











Komentar