Manda dan Nino adalah dua pemuda asal Saumlaki yang memiliki asa bekerja di Blok Masela.
Manda, yang bernama lengkap Amanda Koryesit, dan Nino Paliama pantas memiliki harapan itu, karena keduanya termasuk di antara 13 putera daerah Tanimbar, Maluku lulusan Akamigas Cepu. Tidak kurang dari empat tahun mereka mengenyam pendidikan teori dan praktek di instansi milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tersebut.
“Saya dan Nino masuk tahun 2016 dan lulus tahun 2020,” kata Manda, saat berbincang di sela acara makan malam bersama wartawan di salah satu kafe terkenal di kawasan Kota Jawa, Teluk Ambon, beberapa waktu lalu.
Acara digelar pihak SKK Migas Wilayah Papua dan Maluku, dalam rangka silaturahim dengan insan pers di Kota Ambon.
Menurut Manda, dirinya bersama Nino dan 23 anak Kepulauan Tanimbar, merupakan Angkatan Pertama yang disiapkan pemerintah daerah untuk menyongsong beroperasinya Lapangan Abadi di Blok Masela, yang digadang-gadang mulai tahun 2022 atau 2024.
Saat ini, persiapan untuk beroperasinya Blok Masela sudah sampai tahap pembebasan lahan dan penyusunan analisis AMDAL (aman dampak lingkungan) untuk pembangunan pelabuhan dan kilang darat.
Semua itu butuh dukungan pemerintah daerah dan berbagai elemen dalam masyarakat.
Target 300 orang
Manda dan Nino termasuk 13 orang yang lulus program pendidikan Diploma IV Akamigas Cepu, sisanya yang 12 orang masih harus berupaya agar juga memperoleh diploma yang sama.
Program pengiriman putera daerah Tanimbar ke Akamigas Cepu ditargetkan sebanyak 300 orang, secara bertahap. Tiap angkatan terdiri dari 25 lulusan SMU yang berminat dan lolos penyaringan.
“Tapi dari daerah lain di Maluku juga ada. Setau saya yang dikirim dari kabupaten Aru sebanyak 50 orang per angkatan. Targetnya berapa saya tidak tahu,” kata Manda.
Satu hal yang pasti, Manda, Nino dan kawan-kawan terikat dalam kontrak semacam ikatan dinas dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Politeknik Energi dan Mineral Akamigas (PEM Akamigas), demikian nama lengkapnya, merupakan Perguruan Tinggi Kedinasan di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.
Lembaga pendidikan ini bersistem asrama dengan fasilitas yang sangat memadai, bersebelahan dengan PPSDM Migas.
PEM Akamigas melaksanakan pendidikan pada jalur pendidikan profesional Program Diploma I, II, III dan IV yang ditujukan pada keahlian di bidang minyak dan gas bumi, panas bumi maupun petrokimia.
Di tempat ini Manda memgambil jurusan Elektrik sementara Nino menggeluti bidang produksi khususnya quality control (kendali mutu).
Pendidikan PEM Akamigas angkatan pertama diresmikan pada tanggal 7 Februari 1967 oleh Ibnu Sutowo, saat itu masih berbentuk Akademi Minyak dan Gas Bumi (AMGB).
Banyak manfaat
Menempuh pendidikan di Akamigas Cepu, ada banyak manfaat dan peluang yang diperoleh Manda dan Nino dan peserta didik lainnya untuk mengembangkan kemampuan diri, hardsl skill maupun soft skill.
Berikut transkripsi pengakuan mereka saat diwawancarai :
Amanda Koryesit
T: Sertifikat apa aja yang diperoleh selama di Cepu?
J: Sertifikat yang diperoleh ada dua; 1. Sertifikat K3 Operator By LSP PPT Migas, Cepu. 2. Sertifikat Instrument Technician level 1 By LSP PPT Migas, Cepu.
T: Magang di KKKS mana saja?
J: Sudah magang di dua tempat KKKS; 1. Di PT. PERTAMINA EP ASSET IV Donggi – Matindok Field (Maret – Oktober 2021), 2. Di Medco Energy Blok B Natuna Field (On Progress Okt 2021 – Maret 2022)
T: Apa yang sudah didapat selama magang?
J: Selama magang saya banyak mendapatkan hal baru. Di Asset IV Donggi – Matindok Field saya mendapatkan pengalaman kerja di area produksi, karena sebelumnya waktu kuliah saya memang sudah biasa magang namun tidak pernah di bagian area produksi secara langsung. Jadi disini saya mendapatkan banyak ilmu mengenai produksi khususnya bagian gas, dan banyak belajar hal baru tentang peralatan di produksi gas. Di Medco Energy saya tertantang karena ditempatkan di bagian tim reliability engineer, yang menurut saya itu sebuah hal baru dikarenakan agak berbeda dengan jurusan sewaktu saya kuliah. Saya banyak sekali menemukan pengalaman baru, di sana saya memang baru tiga bulan namun sudah lumayan banyak mendapat ilmu reliability, cara mengontrol beberapa equipment secara reliability, dari para mentor.
T: Apa yang didapat dalam mengikuti program P3K Hulu Migas.
J: Yang saya dapat di program P3K Hulu Migas lumayan banyak. Di situ bukan hanya dituntut untuk mengembangkan hard skill tetapi juga soft skill dan ide-ide yang dapat berpotensi membangun daerah Tanimbar. Di situ juga kami banyak belajar mengenal hal migas yang baru dimana SKK Migas biasa mengajak dan memberikan materi-materi. Kami juga pernah diberikan tugas untuk mengembangkan tulisan mengenai hal yang menonjol di Tanimbar seperti wisata keagamaan dan wisata daerah.
Nino Paliama
T: Sertifikat apa saja yang diperoleh selama di Cepu?
J: Sertifikat K3 Migas dan sertifikat keahlian/profesi.
T: Magang di KKKS mana saja dan apa yang didapat?
J: Saya telah mengikuti magang di KKKS Kangean Energy Indonesia selama 6 bulan, Februari – Juli 2021, dan dilanjutkan di PetroChina Internasional Jabung, Ltd pada September 2021 sampai nanti Februari 2022. Pengalaman yang saya dapat saat magang ialah ilmu maupun pengalaman tentang kegiatan proses kerja di perusahaan.
T: Apa yang sudah didapat dalam mengikuti program P3K Hulu Migas.
J: Saya mendapatkan pengalaman maupun ilmu baru dalam hal ini soft skill pada kegiatan P3K Hulu Migas seperti kegiatan menulis karya jurnalistik serta ilmu pengetahuan tentang pengelolaan lingkungan sekitar daerah operasi khususnya pengembangan sektor UMKM.
T. Bagaimana proses magangnya?
J: Untuk pelaksanaan magang, karena masih situasi pandemi Covid-19 maka dilakukan secara daring; Untuk sertifikat keahlian/ profesi saya mengambil QC BBMP; Untuk pengembangan sektor UMKM di lingkungan sekitar daerah operasi ialah DEWI BAKUL ( Desa Wisata Bahari Kuliner) dan beberapa contoh lainnya terkait pengembangan suatu usaha.
“Multiplier effect”
Empat tahun menjalani pendidikan di Akamigas Cepu tentu membuat Manda dan Nino punya keinginan untuk bekerja sesuai keahlian yang mereka dapatkan.
Sejak lulus tahun 2020 pun mereka berdua sudah magang di perusahaan-perusahaan migas yang sudah beroperasi.
Sungguhpun demikian, menurut Nino, hadirnya megaproyek Lapangan Gas Abadi di Blok Masela memberi manfaat bukan melulu soal kerja di lapangan gas tersebut, baik di darat maupun di laut. Banyak sekali lapangan kerja yang akan terbuka, sebut saja usaha rumah makan, penginapan (hotel, guess house, home stay), tetapi juga binatu, jasa transportasi, cinderemata, peternakan dan pertanian, dan lain sebagainya.
“Kuliner hingga tukang cukur sekalipun akan terbuka peluang usahanya,” katanya serius.
Sejauh ini, KKKS INPEX Masela selaku operator Blok Masela di Tanimbar sudah banyak melaksanakan program-program pembangunan dan pengembangan masyarakat baik lewat pemberian beasiswa pendidikan maupun pemberdayaan ekonomi warga menuju terciptanya masyarakat mandiri.
INPEX Masela antara lain mendukung pengembangan dan promosi tenun ikat Tanimbar hingga ke Jepang, dengan melibatkan perancang busana nasional dan internasional. Perusahaan ini juga mendorong penguatan kelompok tani dan nelayan di sejumlah desa di Kepulauan Tanimbar.
Bagi Manda dan Nino, ilmu maupun pengalaman kerja dalam program magang sudah mereka dapat. Harapan ke depan tentunya bekerja di proyek migas Blok Masela. Mereka juga berkesempatan bekerja di KKKS lain, sepanjang tidak lagi terikat dalam ikatan dinas.
Bagi kaula muda yang tidak masuk program pendidikan semcam Akamigas, ada banyak kesempatan untuk berkarya di bidang usaha lain yang terbuka seiring beroperasinya proyek Blok Masela.
Mari kita berharap proses pembebasan lahan dan penyusunan analisis AMDAL megaproyek itu segera rampung dikerjakan sehingga dapat segera beroperasi. (JNS)







