oleh

Satgas COVID-19 Ambon “Gercep” Antisipasi Gelombang Ketiga

Juru Bicara Tim Satgas Penanggulangan Covid-19 Kota Ambon, Joy Adriaansz.

Satgas Percepatan Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Kota Ambon melakukan gerakan cepat (Gercep) dengan terus melakukan operasi yustisi dan vaksinasi guna mengantisipasi potensi gelombang ketiga serangan penyakit akibat virus corona SARS 2 tersebut.

“Satgas tetap melakukan operasi yustisi dan selebrasi vaksinasi COVID-19. Untuk vaksinasi, saat ini sudah memasuki mal-mal, yang dilakukan secara berkala 2 minggu 1 kali,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Ambon, Joy Reiner Adriaansz, kepada berandamaluku.com, grup Siberindo.co di Ambon, Minggu.

Joy, yang juga Kadis Kominfo dan Persandian Kota Ambon, menyatakan Gercep harus dilakukan untuk mengantisipasi gelombang ketiga yang sudah terjadi di beberapa negara dunia termasuk di Eropa dan Amerika Serikat, kendati vaksinasi di negara-negara tersebut sangat tinggi.

Baca Juga  Pemkot Ambon Bayar Insentif 813 Kader Posyandu dan BKB

“Vaksinasi juga akan segera dilakukan di bank-bank yang melayani pensiunan, karena target vaksinasi pada warga lanjut usia baru mencapai 54% dari target 60% yang wajib dipenuhi agar Kota Ambon bisa masuk pada Level-1 (tingkat penularan rendah),” kata Joy menambahkan.

Sebelumnya, Walikota Ambon Richard Louhenapessy menyatakan ibu kota provinsi Maluku ini masih berada di PPKM Level-2 (tingkat penularan sedang) sekalipun vaksinasi sudah melampaui target kekebalan komunal (70%) pada awal Oktober 2021.

Kementerian Kesehatan RI beberapa hari lalu mengeluarkan imbauan agar masyarakat di seluruh Indonesia mewaspadai serangan gelombang ketiga Covid-19 yang berpotensi terjadi juga di +62.

Selain upaya vaksinasi yang dipercepat di seluruh wilayah tanah air dengan sinergi pemerintah. TNI, Polri dan swasta, masyarakat juga diminta tidak abai melaksanakan protokol kesehatan, 5M yaitu memakai masker saat berkegiatan di luar rumah, rajin mencuci tangan dengan sabun atau hand sabitizer, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Baca Juga  Kota Ambon Raih WTP BPK 3 Kali Berurut

Covid-19 atau penyakit infeksi virus corona SARS 2 ditemukan kasusnya pertama kali di Wuhan, China pada akhir tahun 2019. Penyakit yang menyerang saluran pernapasan dan, dalam beberapa kasus, mematikan itu kemudian menyebar ke berbagai negara di dunia termasuk Indonesia.

Kasus Covid-19 pertama kali muncul di Kota Ambon pada Februari 2020.

Dari berbagai varian Covid-19 yang ada, Kemenkes RI menyebut Delta yang sangat cepat penularannya merupakan varian paling berpotensi muncul sebagai gelombang ketiga serangan di Indonesia.

Baca Juga  Melalui Restorative Justice, Kajari dan Kapolres Maluku Tengah Damaikan 2 Negeri

Data terakhir per 15 Oktober 2021, kasus Covid-19 di Kota Ambon tercatat : Positif 8.874 jiwa, Dirawat 16 orang, Sembuh 8.693 orang, Meninggal dunia 164 jiwa.

Adapun gejala orang terpapar penyakit itu antara lain ; 1) Paling umum : demam, batuk, kelelahan, kehilangan rasa atau bau. 2) Kurang umum : sakit tenggorokan, sakit kepala, sakit dan nyeri tubuh, diare, ruam pada kulit, atau perubahan warna pada jari tangan atau jari kaki, mata merah atau iritasi. 3) Serius : kesulitan bernapas atau sesak napas, kesulitan berbicara atau bergerak, bingung, nyeri dada. (JNS)

Komentar

News Feed