oleh

200 Lapak Dibangun di Jalan Slamet Riyadi Ambon

Ambon Pemerintah Kota membangun 200 lapak dan kios di area pantai losari jalan Slamet Riyadi Kota Ambon tepat diatas trotoar. Sebanyak 200 terdiri dari 100 lapak dan 100 kios, yang nantinya akan ditempatkan oleh pedagang sembako dan lainnya.

Pasalnya, Pedagang pasar Mardika yang terkena dampak dari revitalisasi pasar tetap ngotot tidak mau pindah ke pasar transit Passo yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kota.

Baca Juga  Pengamat Politik President University, Muhammad A.S. Hikam, meminta Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa lebih fokus memperhatikan tentang kesejahteraan prajurit ketimbang pencitraan. Sebab, TNI merupakan garda terdepan dalam menjaga keamanan dan pertahanan Indonesia. "Kita berpikir logis besarnya Indonesia, pentingnya pertahanan Indonesia, ya kembali pada jati diri TNI, yang menjadi bagian pertahanan, pembela negara yang menyatu dengan rakyat. Satu dengan rakyat itu artinya mereka care dengan apa yang terjadi di tempat prajutit di bawah-bawah, bukan sibuk pencitraan," ujar Hikam saat dihubungi, Selasa (4/10/2022). Menurutnya, adalah tidak baik jika pimpinan TNI terjebak pada godan viralisme, meskipun perkembangan teknologi super canggih. Memperjuangkan kesejahteraan prajurit lebih utama ketimbang membangun pencitraan. "Kalau kita lihat kondisi dunia sekarang ini sangat dipengaruhi apa yang disebut digital media, sosial media, medsos sehingga seseorang itu, terutama yang berada di puncak pimpinan mereka tidak lagi menyukai atau tertarik dengan subtansi. Tapi, mereka lebih tertarik kepada viralitas, mereka menjadi viral. Itu artinya mereka ini terjebak pada godaan viralisme, sehingga mereka lupa kepada rakyat itu. Apakah mereka mempunyai perilaku yang mengena di hati prajurit," tandasnya. Hikam kemudian meminta Jenderal Andika meneladani dan menjadikan mantan Panglima TNI Muhammad Jusuf Amir sebagai inspirasi. Sebab, lanjut Hikam, selama menjadi orang nomor satu di lingkungan TNI, M Jusuf terus mempedulikan nasib kesejahteraan TNI. Bahkan hal remeh-temeh pun, M Jusuf tanyakan kepada prajurit. "Contohnya almarhum M Jusuf. M Jusuf kalau ke daerah, yang ditanyakan 'kamu sudah punya pacar belum, kamu sudah beristri belum, keluargamu (sejahtera) belum'. Sampai segitunya," tambah Mantan Menteri Negara Riset dan Teknologi era Presiden Gus Dur ini. M Jusuf, disampaikan Hikam, tidak akan tertarik pada pencitraan meskipun pada saat itu teknologi super canggih seperti saat ini. "Beliau tidak tertarik viralisme. Waktu itu memang belum ada viralisme seperti sekarang. Tapi, kalaupun ada begitu, pak Jusuf tidak akan tertarik (pencitraan). Beliau lebih mempedulikan bagaimana prajurit-prajurit kesejahteraannya," tegasnya. Hikam berharap Jenderal Andika memprioritaskan kesejahteraan prajurit. Jangan sampai ada prajurit yang kelaparan dan kekurangan gizi karena mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan Indonesia. "Jangan hanya insidentil, hanya ketahuan media baru mereka bergerak. Sebab, menjaga keamanan dan pertahanan itu 24 jam dalam sehari," harap tokoh politik Nahdlatul Ulama (NU) itu.

“Lapak dan kios sementara dikerjakan dijalan Slamet Riyadi didepan pelabuhan Enrico, itu diperuntukan bagi pedagang yang berdampak langsung dari revitalisasi pasar mardika, memang dari kebijakan yang ditetapkan sebelumnya semua ke pasar transit passo itu secara keseluruhan mereka menolak, dengan alasan mulai dari jarak, biaya operasional, apalagi dalam perhitungn pedagang jualan mereka pasti tidak laku karena disana ada pasar, makanya itu dibuat lapak dan kios disana,” kata Kepala Disperindag Kota Ambon Jhon Slarmanat kepada info-ambon.com, grup Siberindo.co Jumat (24/9/2021).

Baca Juga  Jaga Keseimbangan Alam, Kepala Kejati DKI Jakarta Lepaskan Puluhan Burung dan Penyu

Menurutnya, jumlah yang mereka bangun saat ini memang tidak bisa menampung semua pedagang yang telah terdata, namun setidaknya dapat mengurangi kemacetan yang hampir setiap hari terjadi di Pasar Mardika.

“Setidaknya dapat mengurangi kemacetan dipasar Mardika. Memang pedagang ini sudah terdata, dan tidak semuany akan menempati lapak dan kios tersebut, jadi nanti yang sisanya kami akan mencari solusi,”ujarnya.

Baca Juga  Muzani soal Prabowo Presiden 2024: Kekuasaan Itu Dimaksudkan untuk Membela Rakyat Kecil dan Terpinggirkan

Ketika ditanya terkait dengan trotoar yang harusnya diperuntukan untuk pejalan kaki, pihaknya mengakui jika pembangunan lapak dan kios tak akan membuat kemacetan disitu, dan hanya berlaku sementara saja. (EVA)

Komentar

News Feed