oleh

AMO Jajaki Program “Musik For Healing” di RSUP dr Leimena Ambon

AMBON-Ambon Music Office (AMO) membuat terobosan baru dengan kegiatan “Music For Healing” atau musik untuk penyembuhan/ terapi yang akan dilakukan uji coba di RSUP dr Leimena Kota Ambon.

Untuk program ini, AMO bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Maluku dan penjajakan di dua rumah sakit yang ada di Kota Ambon, yakni RSUD Dr. Haulussy dan RSUP Dr. Leimena.

“Music for healing merupakan kegiatan yang dilaksanakan AMO dengan membuat “irisan” antara kota kreatif berbasis musik dengan kesehatan,” kata Direktur AMO, Ronny Loppies, didampingi Direktur Molucca Bamboowind Orchestra (MBO) Rence Alfons, di RSUP dr Leimena Senin (17/1/2022).

Baca Juga  Hujan Plus Guntur, 4 Lampu Lalu Lintas di Ambon Tak Berfungsi

Kepada info-ambon.com, grup Siberindo.co Selasa (18/1/2022) Loppies katakan, program music for healing bagaimana musik dengan frekuensi tertentu dapat menjadi alat terapi penyembuhan bagi pasien, karena frekuensi dari musik dapat “memukul” frekuensi diri dari pasien.

“Ada waktu-waktu tertentu pasien dikumpulkan di suatu tempat dan diberi perlakuan musik sebagai alat terapi melalui instrumentalia, dan bunyi-bunyian alat musik yang frekuensinya tidak merusak,” terang Loppies.

Baca Juga  5.512 Insan Pers Ikut Vaksinasi Covid-19 di Jakarta

Dijelaskan, penggunaan musik sebagai alat terapi pasien sudah banyak diimmpelentasikan di luar negeri, dengan menyesuaikan frekuensi masing-masing pasien.

“Yang saya tahu masing-masing penyakit memiliki frekuensi untuk sembuh, seperti untuk penyakit jantung ada berapa frekuensi, dalam pengobatan, kita harus mengukur itu dengan baik sesuai ketentuan kesehatan yang ada, minimal mereka dapat keluar dari ketakuan, dan bebas dari stres,” ujar Loppies.

Sementara itu, Direktur RSUP Dr Leimena, Saraswati menambahkan, program musik untuk penyembuhan merupakan kegiatan yang perlu dijajaki.

Melalui program ini, terbuka kesempatan untuk inovasi yang dapat dipersembahkan untuk masyarakat Maluku.

Baca Juga  BMKG Catat, 7 Hari  Ada 67 Kali Gempa Bumi di Maluku

“Jika memang nanti melalui program ini terlihat ada perubahan tingkat kesembuhan atau bagaimana stabilitas pasien setelah mendengarkan musik, tentu akan akan ada tindaklanjut yang baik,” katanya.

Ia menambahkan, program tersebut sangat positif, karena inovasi tidak hanya dari sisi medis tetapi ada peluang di tempat lain.

“Sejauh ini kita belum terapkan program terapi musik bagi pasien, yang ada hanya rehab medik, kita berharap bisa segera dilakukan uji coba,” katanya. (EVA-info-ambon)

News Feed