oleh

Prabowo hingga Muzani Ziarah ke Makam Habib Ali Kwitang

Calon presiden Prabowo Subianto ziarah ke makam Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi di Masjid Al Riyadh di Jalan Kembang VI, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (16/2/2024). Saat tiba, Prabowo disambut langsung oleh Habib Ali Kwitang, Sekjen DPP Gerindra Ahmad Muzani beserta jajaran DPP Gerindra , Endipat Wijaya, dan Adnan Taufik.

Muzani mengatakan, Prabowo berziarah ke makam Habib Ali Kwitang sudah direncanakan sejak beberapa minggu lalu sebelum hari pencoblosan. Namun karena kesibukan agenda kampanye yang padat, baru hari ini terlaksana.

“Alhamdulillah baru sekarang beliau sempat untuk berziarah ke Makam Habib Ali Kwitang. Ziarah ke Makam Habib Ali Kwitang adalah bagian dari tradisi yang diajarkan dalam ajaran ahli Sunnah, di mana kita menziarahi ke makam para awliya, para ulama, para habaib yang dianggap berjasa dalam penyebaran kebaikan. Dan Habib Ali Kwitang adalah salah satu awliya di Jakarta yang dianggap menjadi penyebar agama Islam sejak awal dan beliau memiliki jasa yang besar bagi pengembangan agama Islam di tengah masyarakat Jakarta,” jelas Muzani.

Baca Juga  Kader Gerindra Berterimakasih atas Penganugerahan Jenderal Kehormatan kepada Prabowo

Lebih jauh, Muzani mengaku, hubungan Prabowo antara keluarga Habib Ali sudah terjalin sejak dulu. Dia menjelaskan, ayah Prabowo, Sumitro Djojohadikusumo bersahabat dengan kakek Habib Ali yakni Habib Muhammad bin Ali.

“Hubungan antara Pak Prabowo dengan keluarga Habib Ali Kwitang cukup bagus. Habib Ali punya putra namanya Habib Muhammad bin Ali. Habib Muhammad ini adalah sahabatnya Pak Mitro, yang merupakan ayah dari Pak Prabowo Subianto. Inilah yang kemudian akan kita rajut kembali sebagai hubungan kekeluargaan yang makin bagus,” ujar Wakil Ketua MPR ini.

Baca Juga  Pengamat Politik President University, Muhammad A.S. Hikam, meminta Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa lebih fokus memperhatikan tentang kesejahteraan prajurit ketimbang pencitraan. Sebab, TNI merupakan garda terdepan dalam menjaga keamanan dan pertahanan Indonesia. "Kita berpikir logis besarnya Indonesia, pentingnya pertahanan Indonesia, ya kembali pada jati diri TNI, yang menjadi bagian pertahanan, pembela negara yang menyatu dengan rakyat. Satu dengan rakyat itu artinya mereka care dengan apa yang terjadi di tempat prajutit di bawah-bawah, bukan sibuk pencitraan," ujar Hikam saat dihubungi, Selasa (4/10/2022). Menurutnya, adalah tidak baik jika pimpinan TNI terjebak pada godan viralisme, meskipun perkembangan teknologi super canggih. Memperjuangkan kesejahteraan prajurit lebih utama ketimbang membangun pencitraan. "Kalau kita lihat kondisi dunia sekarang ini sangat dipengaruhi apa yang disebut digital media, sosial media, medsos sehingga seseorang itu, terutama yang berada di puncak pimpinan mereka tidak lagi menyukai atau tertarik dengan subtansi. Tapi, mereka lebih tertarik kepada viralitas, mereka menjadi viral. Itu artinya mereka ini terjebak pada godaan viralisme, sehingga mereka lupa kepada rakyat itu. Apakah mereka mempunyai perilaku yang mengena di hati prajurit," tandasnya. Hikam kemudian meminta Jenderal Andika meneladani dan menjadikan mantan Panglima TNI Muhammad Jusuf Amir sebagai inspirasi. Sebab, lanjut Hikam, selama menjadi orang nomor satu di lingkungan TNI, M Jusuf terus mempedulikan nasib kesejahteraan TNI. Bahkan hal remeh-temeh pun, M Jusuf tanyakan kepada prajurit. "Contohnya almarhum M Jusuf. M Jusuf kalau ke daerah, yang ditanyakan 'kamu sudah punya pacar belum, kamu sudah beristri belum, keluargamu (sejahtera) belum'. Sampai segitunya," tambah Mantan Menteri Negara Riset dan Teknologi era Presiden Gus Dur ini. M Jusuf, disampaikan Hikam, tidak akan tertarik pada pencitraan meskipun pada saat itu teknologi super canggih seperti saat ini. "Beliau tidak tertarik viralisme. Waktu itu memang belum ada viralisme seperti sekarang. Tapi, kalaupun ada begitu, pak Jusuf tidak akan tertarik (pencitraan). Beliau lebih mempedulikan bagaimana prajurit-prajurit kesejahteraannya," tegasnya. Hikam berharap Jenderal Andika memprioritaskan kesejahteraan prajurit. Jangan sampai ada prajurit yang kelaparan dan kekurangan gizi karena mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan Indonesia. "Jangan hanya insidentil, hanya ketahuan media baru mereka bergerak. Sebab, menjaga keamanan dan pertahanan itu 24 jam dalam sehari," harap tokoh politik Nahdlatul Ulama (NU) itu.

“Habib Muhammad punya putra namanya Habib Abdurrahman. Habib Abdurrahman hubungannya bagus dengan Pak Prabowo sejak 2014. Habib Abdurrahman kemudian meninggal, sekarang digantikan oleh putra namanya Habib Ali,” imbuhnya.

Itu sebabnya, selain berziarah, kunjungan Prabowo ke kediaman Habib Ali sebagai upaya untuk menjaga tali silaturahim yang sudah dirajut sejak zaman kakek, ayah, dan anak. Kemudian Prabowo juga menyampaikan terimakasih atas doa dan dukungan keluarga Habib Ali kepadanya pada saat kampanye kemarin. Tak lupa Habib Ali berpesan agar kekuasaan yang diemban Prabowo agar dijalankan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan rakyat.

Baca Juga  Prabowo Pemimpin yang Berkarakter dan Memiliki Relasi dengan Dunia

“Pak Prabowo menyampaikan terima kasih, cukup lama beliau berbincang-bincang di dalam tadi bersama dengan keluarga Habib Ali dan beliau menceritakan dan mengenang masa lalu.
Baik itu yang diceritakan oleh Pak Prabowo ataupun diceritakan oleh Habib Ali sendiri kepada Pak Prabowo,” jelas Muzani.

“Dan Habib Ali tadi dalam perbincangannya berharap kekuasaan yang sekarang di tangan Pak Prabowo mudah-mudahan Pak Prabowo mampu menjaga sebagai sebuah amanah lebih baik lagi dan Pak Prabowo diberikan kekuatan, kesehatan dan panjang umur untuk memimpin bangsa dan negara, supaya bangsa di Indonesia, rakyat Indonesia yang begitu besar harapannya kepada Pak Prabowo kemudi

News Feed