oleh

Prabowo Berkomitmen Berantas Kemiskinan dan Kendalikan Harga Sembako

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menghadiri deklarasi dukungan ribuan emak-emak yang tergabung dalam 540 majelis taklim se Kota Bandung dan Cimahi, di Kota Bandung, Kamis (14/9). Di hadapan ribuan emak-emak Muzani menyampaikan komitmen Prabowo saat menjadi Presiden di Pilpres 2024.

Diantaranya melanjutkan program-program yang telah dirintis oleh Presiden Joko Widodo seperti Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan, makan siang dan susu gratis baik di tingkat SD, SMP, SMA baik negeri dan swasta.

“Insya Allah Pak Prabowo terpilih sebagai Presiden di Pilpres 2024. Maka Pak Prabowo akan lanjutkan program keluarga harapan (PKH), memperluas kepada orang-orang yang belum menerima PKH. Pak Prabowo juga akan melanjutkan beasiswa dan KIP untuk mahasiswa. Pak Prabowo juga akan memberi makan siang dan susu gratis kepada anak-anak pelajar kita baik yang sekolah di pesantren, madrasah, di swasta dan sekolah negeri,” kata Muzani.

Baca Juga  Prof. Harris Arthur Hedar: Kepakaran Ary Ginanjar dalam Karakter Hukum Layak Dianugerahi Guru Besar Kehormatan Ilmu Hukum

Menurut Muzani, kebijakan itu semata-mata untuk meningkatkan minat belajar dan IQ anak-anak Indonesia yang rata-rata di dunia masih rendah. Dengan pemberian makanan penuh gizi diharapkan bisa membantu tumbuh kembang otak dan fisik demi mununjang cita-cita Indonesia Emas 2045 serta bebas dari masalah stunting.

“Stunting adalah penyakit kurang gizi. Otaknya tidak terlalu cerdas, pertumbuhan fisiknya tidak sesuai dengan umurnya. Dan Insya Allah nanti kita akan lihat anak-anak kita tahun 2045 tubuhnya tinggi-tinggi, ototnya besar, dan otaknya cerdas dan berprestasi,” jelas Muzani disambut tepuk tangan ribuan emak-emak.

Baca Juga  Pengamat Politik President University, Muhammad A.S. Hikam, meminta Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa lebih fokus memperhatikan tentang kesejahteraan prajurit ketimbang pencitraan. Sebab, TNI merupakan garda terdepan dalam menjaga keamanan dan pertahanan Indonesia. "Kita berpikir logis besarnya Indonesia, pentingnya pertahanan Indonesia, ya kembali pada jati diri TNI, yang menjadi bagian pertahanan, pembela negara yang menyatu dengan rakyat. Satu dengan rakyat itu artinya mereka care dengan apa yang terjadi di tempat prajutit di bawah-bawah, bukan sibuk pencitraan," ujar Hikam saat dihubungi, Selasa (4/10/2022). Menurutnya, adalah tidak baik jika pimpinan TNI terjebak pada godan viralisme, meskipun perkembangan teknologi super canggih. Memperjuangkan kesejahteraan prajurit lebih utama ketimbang membangun pencitraan. "Kalau kita lihat kondisi dunia sekarang ini sangat dipengaruhi apa yang disebut digital media, sosial media, medsos sehingga seseorang itu, terutama yang berada di puncak pimpinan mereka tidak lagi menyukai atau tertarik dengan subtansi. Tapi, mereka lebih tertarik kepada viralitas, mereka menjadi viral. Itu artinya mereka ini terjebak pada godaan viralisme, sehingga mereka lupa kepada rakyat itu. Apakah mereka mempunyai perilaku yang mengena di hati prajurit," tandasnya. Hikam kemudian meminta Jenderal Andika meneladani dan menjadikan mantan Panglima TNI Muhammad Jusuf Amir sebagai inspirasi. Sebab, lanjut Hikam, selama menjadi orang nomor satu di lingkungan TNI, M Jusuf terus mempedulikan nasib kesejahteraan TNI. Bahkan hal remeh-temeh pun, M Jusuf tanyakan kepada prajurit. "Contohnya almarhum M Jusuf. M Jusuf kalau ke daerah, yang ditanyakan 'kamu sudah punya pacar belum, kamu sudah beristri belum, keluargamu (sejahtera) belum'. Sampai segitunya," tambah Mantan Menteri Negara Riset dan Teknologi era Presiden Gus Dur ini. M Jusuf, disampaikan Hikam, tidak akan tertarik pada pencitraan meskipun pada saat itu teknologi super canggih seperti saat ini. "Beliau tidak tertarik viralisme. Waktu itu memang belum ada viralisme seperti sekarang. Tapi, kalaupun ada begitu, pak Jusuf tidak akan tertarik (pencitraan). Beliau lebih mempedulikan bagaimana prajurit-prajurit kesejahteraannya," tegasnya. Hikam berharap Jenderal Andika memprioritaskan kesejahteraan prajurit. Jangan sampai ada prajurit yang kelaparan dan kekurangan gizi karena mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan Indonesia. "Jangan hanya insidentil, hanya ketahuan media baru mereka bergerak. Sebab, menjaga keamanan dan pertahanan itu 24 jam dalam sehari," harap tokoh politik Nahdlatul Ulama (NU) itu.

Selian itu, Muzani menjelaskan, Prabowo juga berkomitmen untuk menjaga harga-harga bahan pokok tetap stabil. Karena keputusan politik di tingkat eksekutif sangat mempengaruhi stabilitas harga pangan. Itu sebabnya Muzani meminta kepada setiap emak-emak yang hadir untuk berjuang memenangkan Prabowo di TPS masing-masing.

“Pak Prabowo berkomitmen memberantas kemiskinan di negeri kita. Kita ingin petani dan nelayan kita makmur, tidak ada lagi rakyat Indonesia yang nganggur dan hidup dalam kemiskinan. Dan itu semua Insya Allah bisa tercapai saat Pak Prabowo mendapat mendat dari rakyat untuk memimpin Indonesia,” ujar Muzani.

“Ibu Bapak semua, saya titip untuk menangkan Prabowo di TPS masing-masing. Galang dan ajak semua, suaminya, anaknya, saudaranya, tetangganya untuk pilih Pak Prabowo. Saya titip Pak Prabowo untuk dimenangkan di TPS masing-masing,” jelas Muzani.

Baca Juga  GAYA HIDUP: PKS Puji Ketegasan KASAD Dudung yang Minta Jajarannya Hindari Gaya Hidup Mewah Demi Jaga Marwah Prajurit TNI AD

Dia menambahkan, kekuasaan yang akan diemban Prabowo saat terpilih menjadi presiden, maka itu akan digunakan untuk membela kepentingan rakyat. Namun Muzani meminta cara-cara ajakan untuk memilih Prabowo dilakukan dengan cara yang baik dan sopan.

“Karena itu Insya Allah kita pilih Prabowo dan jabatan presiden itu akan digunakan untuk membantu kaum miskin, membela orang lemah, membantu orang yang sulit mendapat pekerjaan. Dan ujungnya adalah Indonesia menjadi negara yang adil dan makmur. Tapi tetap santun, jangan memaki dan mencela orang lain, perjuangan kita adalah perjuangan yang ikhlas dan setia untuk persatuan bangsa,” tutup Muzani.

News Feed