AMBON–siberindo.co-Sejumlah lokasi isolasi karantina pelaku perjalanan di Maluku saat ini kosong. Asrama Haji, dan Diklat Agama sebagai tempat karantina di Kota Ambon dan Rusun Pemda Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) tak lagi terisi.
Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Maluku yang dirilis, Jumat (10/7/2020) pukul 18.00 WIT menjelaskan, untuk penanganan medis pada beberapa Rumah Sakit (RS) maupun tempat karantina di Maluku, kapasitas tampung masih tersedia, walaupun ada yang penuh dan masih ada juga RS yang kosong.
Berikut data daya tamping RS dan lokasi karatina di Maluku; RSUD Dr. M. Haulussy di Ambon dengan kapasitas 85 tempat tidur, kini terisi total pasien 54 orang yang terdiri dari 1 ODP, 12 PDP, dan 41 Kasus Konfirmasi. Jumlah kapasitas yang belum terisi sebanyak 31 tempat tidur.
Ketua Harian Gustu Covid-19 Maluku, Kasrul Selang juga menambahkan, Rumkit Tk. II dr. J. A. Latumeten dengan kapasitas 19 tempat tidur, kini manampung 5 orang terdiri dari 4 PDP dan 1 Kasus Konfirmasi, dan jumlah kapasitas yang belum terisi 14 tempat tidur. Sementara RSAL dr. F. X. Suhardjo dengan kapasitas 18 tempat tidur, kini diisi 14 pasien yakni 1 1 PDP, dan 13 Kasus Konfirmasi.

Sementara itu, dilokasi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku yang berkapasitas 40 tempat tidur, 39 diantaranya sudah terisi oleh pasien kasus konfirmasi dan hanya 1 tempat tidur yang belum terisi.
RS Bayangkhara Tantui, kapasitas 8 tempat tidur, diisi penuh dengan perincian 1 PDP dan 7 kasus konfirmasi. Sementara di lokasi Lembaga Pengembangan Mutu Pendidikan Maluku yang menyediakan 56 kamar, tak lagi terisi.
RSUD dr. H. Ishak Umarella Tulehu-Maluku Tengah, dengan kapasitas yang dapat digunakan 85 tempat tidur, kini berisi total pasien 37 kasus konfirmasi, sehingga jumlah kapasitas yang masih dapat diisi 48 tempat tidur.
Balai Diklat Perikanan Maluku dengan kapasitas yang dapat digunakan 16 kamar, terdapat 5 kasus konfirmasi, sementara Balai Diklat Pertanian-Waiheru (yang dipakai Pemkot Ambon) Kapasitas yang dapat digunakan 48 kamar, total pasien 17 kasus konfirmasi, jumlah kapasitas yang masih dapat diisi 31 tempat tidur.
Disebutkan pula, untuk karantina Senyum Bupollo Namlea Kabupaten Pulau Buru, dengan kapasitas yang dapat digunakan 11 tempat tidur, hanya terisi 1 kasus konfirmasi. Sementara Karantina Penginapan Silta-Buru kosong. Di Karantina Desa Waikasi – Buru kapasitas yang dapat digunakan 2 tempat tidur terisi 2 kasus konfirmasi. Begitu juga di Karantina Desa Seith – Buru, kapasitas yang dapat digunakan 1 tempat tidur, juga terisi 1 kasus konfirmasi.
RSUD Masohi-Maluku Tengah dengan kapasitas 16 tempat tidur, sudah terisi 10 pasien kasus konfirmasi. RSUD Saparua kapasitas yang dapat digunakan 10 tempat tidur, terisi 3 pasien kasus konfirmasi.
RSUD Piru-Seram Bagian Barat (SBB) dengan kapasitas yang dapat digunakan 10 tempat tidur terisi 1 orang, RSUD Bula-Seram Bagian Timur (SBT) dengan kapasitas 10 tempat tidur, sudah terisi 6 kasus (konfirmasi). Sementara Rusunawa Gumumei -SBT dengan kapasitas yang dapat digunakan 21 tempat tidur terisi penuh.
Wisma Pemda Maluku Barat Daya (MBD) Tiakur dengan kapasitas yang dapat digunakan 10 tempat tidur, sudah terisi 1 kasus konfirmasi. RSUD Maren – Tual, kapasitas yang dapat digunakan 7 tempat tidur semuanya terisi kasus konfirmasi, dan RSUD Karel Satsuit Tubun-Maluku Tenggara dengan kapasitas yang dapat digunakan 21 tempat tidur sudah terisi 4 pasien kasus konfirmasi. (Polly Joris)








Komentar