oleh

Covid-19 Meningkat, Operasi Yustisi Kembali Digelar di Ambon

Ambon Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 kota Ambon dan kecamatan, Rabu (9/2/2022) kemarin, mulai mengaktifkan kembali Operasi Yustisi untuk penegakan disiplin Protokol Kesehatan sesuai dengan Istruksi Walikota Ambon Nomor 3 Tahun 2022, tentang implementasi PPKM Level II.

Pelaksanaan operasi, diawali dengan apel bersama di Balai Kota yang dipimpin oleh Sekretaris Kota (Sekot) Ambon, Agus Ririmasse serta diikuti oleh pimpinan OPD.

Ririmasse mengatakan, operasi yustisi dilakukan untuk menindaklanjuti arahan Presiden dan Gubernur Maluku.

Baca Juga  45 Persen Anak di Ambon Tervaksin Tahap I

“Hari ini kita action di lapangan untuk tindak lanjuti apa yang disampaikan oleh Presiden dan Gubernur. Itulah tujuan negara, dimana pemerintah hadir untuk rakyatnya,” katanya usai pelaksanaan apel bersama.

Dijelaskan, tim Satgas Covid-19 akan bekerja sesuai dengan lingkup kerja per kecamatan. Dalam operasi yustisi itu, Satgas akan mensosialisasikan bahaya Covid-19 terhadap masyarakat.

“Apabila ada hal-hal teknis, Satgas Kecamatan wajib memberikan laporan terhadap Satgas Kota sehingga dapat diambil langkah-langkah percepatanan penanganan secara cepat yang diatur oleh Kepala Dinas Kesehatan,” ungkapnya.

Baca Juga  165 JCH Kota Ambon Ikut Pelatihan dan Bimbingan Manasik

Sekot menyatakan, pada prinsipnya Pemerintah bertujuan menghentikan penyebaran penularan Covid-19 di kota Ambon, dan sesuai dengan arahan Presiden kuncinya hanya dua, yakni percepatan vaksinasi dan perketat protokol kesehatan, terutama memakai masker.

“Dalam seminggu ini kasus konfrimasi positif di Ambon sudah naik drastis menjadi 965 kasus. Dengan demikian pemerintah tidak tinggal diam, sebab sudah persoalan nasional, presiden sudah berikan atensi, Gubernur Maluku juga berikan atensi  melalui Sekretaris Daerah,” terang Ririmasse.

Baca Juga  Walikota Tinjau Pusat Aktifitas Ekonomi Sehari Jelang Lebaran

Diakui Sekot, dengan banyaknya kasus konfirmasi positif, maka testing terus dilaksanakan bagi ASN Pemkot. Mereka yang positif, akan segera di Isolasi terpusat (Isoter) dan dilaksanakan tracing kepada keluarga dan kontak erat.

“ASN Pemkot harus menjadi contoh bagi masyarakat, oleh sebab itu apabila apabila ada terkonfirmasi langsung Isoter. Pimpinan OPD, kalau ada staf terkonfirmasi seluruh keluarga kita tracing. Kalau kita tidak tracing penyebaran semakin tinggi,” tandas Sekot. (EVA-info-ambon)

News Feed