AMBON-Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Pusat menetapkan, Kota Ambon-Provinsi Maluku masuk dalam zona orange, setelah sebelumnya Ambon sempat berada di zona merah atau daerah resiko tinggi.
Walikota Ambon, Richard Louhenapessy kepada siberindo.co seperti yang dilansir info-ambon.com, Rabu (8/7/2020) menyebutkan, penurunan status ini tak terlepas dari keputusan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melaksanakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) sejak 8-22 Juni, dilanjutkan dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid 1 sejak 23 Juni-5 Juli.
‘’Ketika saya diberitahukan bahwa status Kota Ambon berubah dari zona merah ke zona orange, saya kaget dan juga terharu, sebab kerja keras kita mulai membuahkan hasil,’’ kata Louhenapessy.
Dia menambahkan, Gugus Tugas Nasional merilis, Kota Ambon termasuk 1 dari 17 kota/kabupaten di Indonesia yang berubah status dari zona merah ke zona orange,’’ tandasnya.
‘’Ini karena kerja keras kita semua, terutama masyarakat. Pemerintah hanya menetapkan aturan, dan pelaksanaannya adalah masyarakat. Ini buah dari sebuah ketangguhan warga Ambon. Saya bangga atas apa yang telah masyarakat tunjukan selama ini,’’ pujinya.

Saat ini, tambahnya, Ambon sedang memasuki PSBB tahap II. Dan jika ini bisa berjalan dengan baik, maka tidak tertutup kemungkinan, Kota Ambon juga akan turun level ke zona kuning atau daerah resiko terdampak rendah.
‘’Kita juga harus terus meningkatkan kewaspadaan, agar jangan kita terperosok lagi ke zona merah. Ini pekerjaan berat kita kedepan,’’ demikian Louhenapessy.
Data siberindo.co dari Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Kota Ambon, seminggu pasca PSBB, jumlah peningkatan kasus di Ambon rata-rata 9,3 orang tiap harinya, tetapi setelah diberlakukan selama 2 pekan, jumlah penularan kasus melandai ke rata-rata 7,6 orang tiap harinya.
Sementara jumlah pasien sembuh selama 2 pekan PSBB di Ambon juga menunjukan peningkatan signifikan, yakni sebanyak 65 orang, atau rata-rata dalam 1 hari sekitar 4,6 orang sembuh.
Sementara jumlah korban meninggal saat pelaksanaan PSBB berjumlah 10 orang, dan 2 pekan dilaksanakan PSBB jumlah meningkat hanya meningkat sebanyak 2 orang menjadi 12 orang. (polly)








Komentar