oleh

Berterima Kasih ke SMSI Sumut Telah Donorkan Darah, PMI Medan: Selamat HUT ke-7 SMSI

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan, Musa Rajekshah, diwakili dr Avina dari Unit Donor Darah (UDD), berterima kasih kepada Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sumatera Utara.

Ucapan terima kasih tersebut disampaikan PMI Medan karena Pengurus SMSI Sumut telah mendonorkan darah untuk menyemarakkan ulang tahun ke-7 SMSI tahun 2024.

“Terima kasih kepada SMSI Sumut yang telah berdonor darah, semoga darah yang disumbangkan dapat bermanfaat untuk pasien-pasien,” ujar dr Avina saat donor darah SMSI Sumut di UDD PMI Medan, Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Kamis (07/03/2024).

Baca Juga  Pertamina Kucurkan Bantuan Bagi UMKM Di Ambon

Donor darah SMSI Sumut tersebut diharapkan dr Avina dapat semakin menginspirasi masyarakat untuk gemar mendonorkan darah. “Bahkan kita harapkan donor darah menjadi lifestyle,” ujar dr Avina.

Sementara itu Ketua SMSI Sumut, Erris J Napitupulu, juga menyampaikan terima kasih atas kepada PMI Medan yang telah memberikan pihaknya fasilitas mendonorkan darah.

Sebagaimana arahan Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, kata Erris, donor darah tersebut digelar secara serentak oleh Pengurus SMSI se-Indonesia dalam rangka memeriahkan HUT ke-7 SMSI tahun 2024.

Baca Juga  Arti Penting Taiwan Bagi Indonesia

“Harapan SMSI, kiranya darah yang disumbangkan dapat membantu memenuhi kebutuhan darah masyarakat, terutama para pasien yang membutuhkan,” ujar Erris.

Lewat bakti sosial donor darah tersebut, tambah Erris, SMSI juga ingin merealisasikan target 1.000 link pemberitaan donor darah untuk mencatatkan rekor MURI.

Terakhir Erris berharap SMSI semakin maju dan berkembang, sekaligus menjadi organisasi media siber yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, sekaligus membantu pemerintah merealisasikan program pembangunan.

Baca Juga  Pengamat Politik President University, Muhammad A.S. Hikam, meminta Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa lebih fokus memperhatikan tentang kesejahteraan prajurit ketimbang pencitraan. Sebab, TNI merupakan garda terdepan dalam menjaga keamanan dan pertahanan Indonesia. "Kita berpikir logis besarnya Indonesia, pentingnya pertahanan Indonesia, ya kembali pada jati diri TNI, yang menjadi bagian pertahanan, pembela negara yang menyatu dengan rakyat. Satu dengan rakyat itu artinya mereka care dengan apa yang terjadi di tempat prajutit di bawah-bawah, bukan sibuk pencitraan," ujar Hikam saat dihubungi, Selasa (4/10/2022). Menurutnya, adalah tidak baik jika pimpinan TNI terjebak pada godan viralisme, meskipun perkembangan teknologi super canggih. Memperjuangkan kesejahteraan prajurit lebih utama ketimbang membangun pencitraan. "Kalau kita lihat kondisi dunia sekarang ini sangat dipengaruhi apa yang disebut digital media, sosial media, medsos sehingga seseorang itu, terutama yang berada di puncak pimpinan mereka tidak lagi menyukai atau tertarik dengan subtansi. Tapi, mereka lebih tertarik kepada viralitas, mereka menjadi viral. Itu artinya mereka ini terjebak pada godaan viralisme, sehingga mereka lupa kepada rakyat itu. Apakah mereka mempunyai perilaku yang mengena di hati prajurit," tandasnya. Hikam kemudian meminta Jenderal Andika meneladani dan menjadikan mantan Panglima TNI Muhammad Jusuf Amir sebagai inspirasi. Sebab, lanjut Hikam, selama menjadi orang nomor satu di lingkungan TNI, M Jusuf terus mempedulikan nasib kesejahteraan TNI. Bahkan hal remeh-temeh pun, M Jusuf tanyakan kepada prajurit. "Contohnya almarhum M Jusuf. M Jusuf kalau ke daerah, yang ditanyakan 'kamu sudah punya pacar belum, kamu sudah beristri belum, keluargamu (sejahtera) belum'. Sampai segitunya," tambah Mantan Menteri Negara Riset dan Teknologi era Presiden Gus Dur ini. M Jusuf, disampaikan Hikam, tidak akan tertarik pada pencitraan meskipun pada saat itu teknologi super canggih seperti saat ini. "Beliau tidak tertarik viralisme. Waktu itu memang belum ada viralisme seperti sekarang. Tapi, kalaupun ada begitu, pak Jusuf tidak akan tertarik (pencitraan). Beliau lebih mempedulikan bagaimana prajurit-prajurit kesejahteraannya," tegasnya. Hikam berharap Jenderal Andika memprioritaskan kesejahteraan prajurit. Jangan sampai ada prajurit yang kelaparan dan kekurangan gizi karena mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan Indonesia. "Jangan hanya insidentil, hanya ketahuan media baru mereka bergerak. Sebab, menjaga keamanan dan pertahanan itu 24 jam dalam sehari," harap tokoh politik Nahdlatul Ulama (NU) itu.

Selain Ketua SMSI Sumut Erris J Napitupulu, donor darah juga dihadiri Bendahara Agus S Lubis, Ketua Bidang Organsiasi dan Daerah Benny Pasaribu, Seksi Organisasi dan Daerah Irwan Manalu, Seksi Pendidikan dan Pelatihan Waliyono, Penasehat Zulfikar Tanjung dan Rony Purba, serta Bendahara Forum Pemred Media Siber Sumut Mega Sihombing. ***

News Feed