oleh

Tahapan Pemilu Kian Dekat: Dibutuhkan Pemimpin Rakyat yg Merakyat dan Berkarakter

Dalam beberapa hari ini, kita akan menyaksikan tahapan penting dalam Pemilihan Umum (Pemilu) di negara kita. Pendaftaran calon Presiden dan calon Wakil Presiden (bacapres dan bacawapres) menjadi langkah yang sangat menentukan arah perpolitikan masa depan bangsa. Di tengah ketegangan politik dan situasi yang belum stabil, kita membutuhkan sosok pemimpin Rakyat yang merakyat dan mampu mengemban tongkat kendali pemerintahan dengan mumpuni.

Dekan Tiga Fakultas Hukum Universitas Suryakencana, Dr Amin mengungkap sejumlah karakter sosok seorang Jenderal TNI yang dibutuhkan oleh rakyat Indonesia, dengan karakter Merakyat, Mengayomi, dan Tegas.

“Dalam konteks yang ada, sosok Jenderal TNI Dudung Abdurachman dipastikan keberadaannya sangat dibutuhkan. Beliau adalah seorang pemimpin yang memiliki karakter yang merakyat, mengayomi, dan tegas. Dengan pengalamannya yang luas di dunia militer, beliau dapat menjadi pemegang tongkat kendali yang memastikan kondusifitas dalam berkembang,” ungkap Dr Amin dalam keterangannya kepada awak media, Rabu 4 Oktober 2023.

Baca Juga  GAYA HIDUP: PKS Puji Ketegasan KASAD Dudung yang Minta Jajarannya Hindari Gaya Hidup Mewah Demi Jaga Marwah Prajurit TNI AD

Lebih jauh Dr Amin mengungkap, bahwa Jenderal TNI Dudung Abdurachman adalah sosok pemimpin yang dekat dengan rakyat. Tidak hanya berbicara, dia juga mendengarkan dan berempati terhadap kebutuhan dan harapan rakyat.

“Sebagai seorang panglima, beliau sering turun langsung untuk melihat dan merespons situasi di lapangan. Keberadaan beliau memberikan keyakinan kepada rakyat bahwa suara mereka didengar dan kepentingan mereka diutamakan,” ujarnya.

Sebagai tokoh militer, Jenderal TNI Dudung Abdurachman memiliki rasa keadilan yang tinggi. Beliau memiliki dedikasi yang kuat untuk melindungi dan mengayomi seluruh rakyat Indonesia, tanpa memandang latar belakang sosial, agama, atau suku.

Baca Juga  Pengamat Politik President University, Muhammad A.S. Hikam, meminta Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa lebih fokus memperhatikan tentang kesejahteraan prajurit ketimbang pencitraan. Sebab, TNI merupakan garda terdepan dalam menjaga keamanan dan pertahanan Indonesia. "Kita berpikir logis besarnya Indonesia, pentingnya pertahanan Indonesia, ya kembali pada jati diri TNI, yang menjadi bagian pertahanan, pembela negara yang menyatu dengan rakyat. Satu dengan rakyat itu artinya mereka care dengan apa yang terjadi di tempat prajutit di bawah-bawah, bukan sibuk pencitraan," ujar Hikam saat dihubungi, Selasa (4/10/2022). Menurutnya, adalah tidak baik jika pimpinan TNI terjebak pada godan viralisme, meskipun perkembangan teknologi super canggih. Memperjuangkan kesejahteraan prajurit lebih utama ketimbang membangun pencitraan. "Kalau kita lihat kondisi dunia sekarang ini sangat dipengaruhi apa yang disebut digital media, sosial media, medsos sehingga seseorang itu, terutama yang berada di puncak pimpinan mereka tidak lagi menyukai atau tertarik dengan subtansi. Tapi, mereka lebih tertarik kepada viralitas, mereka menjadi viral. Itu artinya mereka ini terjebak pada godaan viralisme, sehingga mereka lupa kepada rakyat itu. Apakah mereka mempunyai perilaku yang mengena di hati prajurit," tandasnya. Hikam kemudian meminta Jenderal Andika meneladani dan menjadikan mantan Panglima TNI Muhammad Jusuf Amir sebagai inspirasi. Sebab, lanjut Hikam, selama menjadi orang nomor satu di lingkungan TNI, M Jusuf terus mempedulikan nasib kesejahteraan TNI. Bahkan hal remeh-temeh pun, M Jusuf tanyakan kepada prajurit. "Contohnya almarhum M Jusuf. M Jusuf kalau ke daerah, yang ditanyakan 'kamu sudah punya pacar belum, kamu sudah beristri belum, keluargamu (sejahtera) belum'. Sampai segitunya," tambah Mantan Menteri Negara Riset dan Teknologi era Presiden Gus Dur ini. M Jusuf, disampaikan Hikam, tidak akan tertarik pada pencitraan meskipun pada saat itu teknologi super canggih seperti saat ini. "Beliau tidak tertarik viralisme. Waktu itu memang belum ada viralisme seperti sekarang. Tapi, kalaupun ada begitu, pak Jusuf tidak akan tertarik (pencitraan). Beliau lebih mempedulikan bagaimana prajurit-prajurit kesejahteraannya," tegasnya. Hikam berharap Jenderal Andika memprioritaskan kesejahteraan prajurit. Jangan sampai ada prajurit yang kelaparan dan kekurangan gizi karena mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan Indonesia. "Jangan hanya insidentil, hanya ketahuan media baru mereka bergerak. Sebab, menjaga keamanan dan pertahanan itu 24 jam dalam sehari," harap tokoh politik Nahdlatul Ulama (NU) itu.

“Kepemimpinan beliau yang inklusif dan mengedepankan persatuan dan kesatuan dapat menjadi landasan bagi negara yang semakin majemuk ini,” jelasnya lagi.

Untuk itu, menurut Dr Amin lagi, dalam dunia militer, keputusan yang tepat dan tegas adalah hal yang mutlak diperlukan. Jenderal TNI Dudung Abdurachman telah terbukti memiliki kemampuan untuk membuat keputusan yang berdampak positif dalam situasi yang penuh tekanan.

“Dengan kejelasan visi dan misi, beliau mampu memimpin dengan tegas namun tetap mengedepankan prinsip keadilan dan kebenaran,” ungkapnya lagi.

Dikatakannya lagi, dalam situasi politik yang tidak stabil seperti sekarang, keberadaan sosok Jenderal TNI Dudung Abdurachman sebagai pemegang tongkat kendali dapat menjadi penyeimbang.

“Ketegasan dan kedisiplinan yang ditanamkan dalam lingkungan militer akan mendukung terciptanya kondusifitas negara yang kita butuhkan. Dalam kepemimpinannya, beliau mampu merangkul para tokoh dari berbagai latar belakang untuk bekerja sama memajukan Indonesia,” ujar Dr Amin.

Baca Juga  Perumda Tirtanadi Apresiasi Rangkaian HPN 2023 SMSI

Sosok pemimpin yang mumpuni seperti Jenderal TNI Dudung Abdurachman, dapat mengawal pembangunan negara berjalan lancar dan terus berlanjut. Karakternya yang berfokus pada pelayanan kepada rakyat dan rasa keadilan yang tinggi akan memastikan bahwa kebijakan yang diambil didasarkan pada kepentingan bersama. Dalam era yang penuh tantangan ini, ini adalah sebuah aset berharga.

“Ketidakpastian politik dapat menghambat pertumbuhan dan stabilitas negara. Kehadiran seorang pemimpin yang merakyat, mengayomi, dan tegas, seperti Jenderal TNI Dudung Abdurachman, akan memberikan keyakinan kepada masyarakat dan investor bahwa negara kita memiliki kepemimpinan yang kuat dan dapat mengatasi tantangan-tantangan politik yang ada,” imbuh Dr Amin.

News Feed