AMBON-Dalam sehari, tepatnya MInggu, 4 Maret 2021, dua orang pasien Covid-19 dengan comorbid, meninggal dunia di dua rumah sakit berbeda di kota ini. Dua pasien yang meninggal tersebut berasal dari Kota Ambon.
Data Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku yang diterima info-ambon.com grup Siberindo.co menyebutkan, pasien pertama dengan comorbid yang meninggal dunia, adalah bapak “LT”, 45 tahun, dengan nomor kasus konfirmasi akan diumumkan kemudian di RS Bayangkhara sekitar pukul 07.17 WIT. Almarhum tercatat masuk UGD RS Bayangkhara pada pukul 07.11 WIT pada hari yang sama.
Proses pemulasaran jenazah bpk. “LT” dilaksanakan di RSUD dr. M. Haulussy. Hal ini dikarenakan ruangan jenazah RS Bayangkhara sedang dalam proses renovasi.
Baca Juga Pengamat Politik President University, Muhammad A.S. Hikam, meminta Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa lebih fokus memperhatikan tentang kesejahteraan prajurit ketimbang pencitraan. Sebab, TNI merupakan garda terdepan dalam menjaga keamanan dan pertahanan Indonesia. "Kita berpikir logis besarnya Indonesia, pentingnya pertahanan Indonesia, ya kembali pada jati diri TNI, yang menjadi bagian pertahanan, pembela negara yang menyatu dengan rakyat. Satu dengan rakyat itu artinya mereka care dengan apa yang terjadi di tempat prajutit di bawah-bawah, bukan sibuk pencitraan," ujar Hikam saat dihubungi, Selasa (4/10/2022). Menurutnya, adalah tidak baik jika pimpinan TNI terjebak pada godan viralisme, meskipun perkembangan teknologi super canggih. Memperjuangkan kesejahteraan prajurit lebih utama ketimbang membangun pencitraan. "Kalau kita lihat kondisi dunia sekarang ini sangat dipengaruhi apa yang disebut digital media, sosial media, medsos sehingga seseorang itu, terutama yang berada di puncak pimpinan mereka tidak lagi menyukai atau tertarik dengan subtansi. Tapi, mereka lebih tertarik kepada viralitas, mereka menjadi viral. Itu artinya mereka ini terjebak pada godaan viralisme, sehingga mereka lupa kepada rakyat itu. Apakah mereka mempunyai perilaku yang mengena di hati prajurit," tandasnya. Hikam kemudian meminta Jenderal Andika meneladani dan menjadikan mantan Panglima TNI Muhammad Jusuf Amir sebagai inspirasi. Sebab, lanjut Hikam, selama menjadi orang nomor satu di lingkungan TNI, M Jusuf terus mempedulikan nasib kesejahteraan TNI. Bahkan hal remeh-temeh pun, M Jusuf tanyakan kepada prajurit. "Contohnya almarhum M Jusuf. M Jusuf kalau ke daerah, yang ditanyakan 'kamu sudah punya pacar belum, kamu sudah beristri belum, keluargamu (sejahtera) belum'. Sampai segitunya," tambah Mantan Menteri Negara Riset dan Teknologi era Presiden Gus Dur ini. M Jusuf, disampaikan Hikam, tidak akan tertarik pada pencitraan meskipun pada saat itu teknologi super canggih seperti saat ini. "Beliau tidak tertarik viralisme. Waktu itu memang belum ada viralisme seperti sekarang. Tapi, kalaupun ada begitu, pak Jusuf tidak akan tertarik (pencitraan). Beliau lebih mempedulikan bagaimana prajurit-prajurit kesejahteraannya," tegasnya. Hikam berharap Jenderal Andika memprioritaskan kesejahteraan prajurit. Jangan sampai ada prajurit yang kelaparan dan kekurangan gizi karena mereka menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan Indonesia. "Jangan hanya insidentil, hanya ketahuan media baru mereka bergerak. Sebab, menjaga keamanan dan pertahanan itu 24 jam dalam sehari," harap tokoh politik Nahdlatul Ulama (NU) itu.
Jenazah meninggalkan RSUD dr. M. Haulussy pada pukul 15.32 WIT, diawali dengan doa oleh keluarga yang dipimpin oleh Pendeta dari Jemaat GPM Teratai Kasih.
Dalam perjalanan menuju TPU Hunuth, jajaran Brimob Polda Maluku melakukan penghormatan terakhir kepada jenazah almarhum di depan Mako Brimob Polda Maluku.
Proses pemakaman di TPU Hunuth dilaksanakan pada pukul 16.30 WIT, dan disaksikan oleh pihak keluarga. Tim relawan yang bertugas adalah PMI Provinsi Maluku.
Pasien ke-2 yang meninggal pada hari yang sama, yakni pasien Covid-19 dengan comorbid: bapak. “PA” (Laki-laki, 67 tahun, asal Kota Ambon, nomor kasus konfirmasi akan diumumkan kemudian) di RSUD dr. M. Haulussy pada tanggal 4 April 2021 pukul 16.20 WIT.
Almarhum tercatat dirawat di RSUD dr. M. Haulussy sejak tanggal 30 Maret 2021. Proses pemulasaran jenazah bpk. “PA” dilaksanakan di RSUD dr. M. Haulussy.
Jenazah meninggalkan RSUD dr. M. Haulussy pada pukul 22.45 WIT, diawali dengan doa oleh keluarga yang dipimpin oleh Pendeta dari Gereja Elim Tabernakel.
Proses pemakaman di TPU Hunuth dilaksanakan pada pukul 23.40 WIT, dan disaksikan oleh pihak keluarga. Tim relawan yang bertugas adalah TAGANA Provinsi Maluku
Pemerintah Daerah Provinsi Maluku dan Kota Ambon/ Satuan Tugas Penanganan Covid-19 turut berbelasungkawa atas meninggalnya bapak PA dan bapak LT. Semoga almarhum mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan YME, dan keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan ketabahan. Terima kasih.
Dengan meninggalnya 2 pasien ini, maka total korban meninggal akibat Covid-19 di Kota Ambon sudah mencapai 67 jiwa dan keseluruhan korban meninggal di provinsi Maluku mencapai 112 jiwa.(PJ)
Komentar