oleh

Kadinkes Ambon: 715 Nakes Tidak Bisa Terima Vaksin Sinovac

AMBON-Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon, Wendy Pelupessy menyampaikan, sebanyak 715 Tenaga Kesehatan ( Nakes) tidak bisa di vaksinasi atau tidak bisa terima vaksin sinovac Covid-19, karena memiliki penyakit kategori berat, sehingga tidak dapat disuntik Vaksin Covid-19.

“Kita lihat hasil skrining, 715 orang ini sudah tidak bisa disuntik vaksin, mereka ada yang menderita penyakit jantung, ginjal, pernah positif corona/penyintas dan penyakit berat. Untuk itu, mereka tak bisa ikut Vaksinasi Covid-19, ” jelasnya kepada wartawan di Balai Kota, Jumat (5/2/2021).

Dijelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) menargetkan 3.844 SDM Kesehatan untuk dapat mengikuti program Vaksinasi ini. Tetapi belum semuanya yang telah terdaftar.

“Target 3.844, sudah terdaftar 3.525, sementara hasil skrining bagi yang bisa disuntik vaksin, sebanyak 2.052 orang. Kalau skrining ditolak itu ada 715. Yang ditolak ini, artinya mereka tidak bisa lagi divaksin, ” terangnya.

Baca Juga  Songsong HUT ke-77, Prajurit TNI Gelar Karya Bakti

Dikatakan, dari hasil skrining yang dilakukan vaksinator sejauh ini, hanya 742 SDM Kesehatan di Kota Ambon yang belum bisa ikut program vaksinasi ini.

“Hasil skrining tertunda dan ada tertolak. Kalau tertolak berarti tidak bisa lagi divaksin. Kalau tertunda maka masih bisa diupayakan. Makanya kita akan usaha untuk 742 hasil yang tertunda itu, agar bisa divaksin, ” terang Pelupessy.

Untuk itu, lanjut Pelupessy mereka yang hasilnya ditunda, akan tetap melakukan pemantauan kurang lebih tiga hari. Setelah itu, jika mereka kondisi dapat memungkinkan untuk ikut vaksin, maka akan dilakukan skrining kembali.

Baca Juga  Jembatan NKRI III Mulai Dibangun di Kilmuri-Maluku

“Mereka yang hasilnya tertunda itu,  karena ada mengidap penyakit hipertensi dan lain sebagainya. Nah, nanti dipantau kemudian diberi obat sampai tiga hari. Selanjutnya mereka akan divaksin, kalau skrining tertunda lagi, otomatis mereka kembali mendapatkan perawatan selama tiga hari seperti biasa, ” tutup dia. (EVA)

Komentar

News Feed